Menjaga Niat Bekerja dalam Islam

Cara menjaga Niat Bekerja dalam Islam adalah sebagai berikut:

1 .Kerja harus didasari niat atau motivasi kerja Dalam Islam, setiap niat kerja itu harus dilandasi karena Allah semata. Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan mati itu karena Allah (QS. al-An’am; 162) dalam hadits disebutkan; innama al a’malu binniyat… (dasar setiap pekerjaan itu adalah niat)

2. Islam memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dan tidak menyuruh pemeluknya bermalas-malasan. Betapa banyak ayat maupun hadis yang menganjurkan dan menyuruh hambanya untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh, baik mencari nafkah untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat ataupun makhluk lainnya. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Tidaklah sekali-kali seseorang makan-makanan yang lebih baik daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabiyullah Daud juga makan dari hasil kerja tangannya sendiri” (HR. Bukhari). Karena itu betapa pentingnya bekerja dalam Islam, maka ada etika atau adab-adab tersendiri dalam bekerja, di antaranya yaitu:

3. Bekerja dengan Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya amal kerja itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya orang itu tergantung dari apa yang diniatkannya itu” (HR. Bukhari dan Muslim). Bekerjalah Sesuai dengan Aturan, tidak Melanggar Prinsip-prinsip Syari’ah

4. Bekerja dengan Sebaik-baiknya (Ihsanul Amal) Sabda Rasulullah: “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh (hewan) maka bunuhlan dengan baik. Jika menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah seseorang diantara kamu menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya” (HR. Muslim).

5. Bekerja dengan Penyelesaian yang Baik, Profesional (Itqanul Amal)

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai jika seseorang melakukan suatu pekerjaan maka dilakukannya secara Itqan (profesional)” (HR. Thabrani).

6. Jujur dan Amanah

“Pebisnis yang jujur lagi terpercaya (amanah) akan bersama pada nabi, shiddiqin, dan syuhada” (HR. Tirmidzi).

Sifat wajib rasul adalah sifat yang harus dimiliki oleh rasul. Sifat wajib rasul adalah sebagai berikut seperti dikutip dari buku Aqidah Akhlaq karya Ahmad Kusaeri. Dalam bekerja dua sifat ini harus dapat diterapkan. Jujur merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia dalam beraktivitas, salah satunya adalah jujur saat bekerja. Sikap jujur akan melahirkan kepercayaan antara satu orang dan lainnya. Sikap jujur juga menjauhkan rasa curiga hingga kekhawatiran akan rusaknya sebuah kepercayaan yang dibangun.

Amanah artinya dapat dipercaya bahwa kita sebagai pegawai berperan untuk memberikan layanan, maka kita harus menghasilkan layanan yang memuaskan pelanggan, yakni Mahasiswa, Dosen, dan pihak-pihak terkait yang berkepentingan. Sebagai pekerja harus mengakui dan menerima tugas dan jabatan  sebagai Amanah, dan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut harus Tumaninah

7. Menjaga Etika sebagai Seorang Muslim

Bekerja haruslah memperlihatkan adab dan etika sebagai seorang Muslim. Seperti berbicara, menegur, berpakaian, bergaul dan lain-lain.

8. Menghindari Syubhat

Rasulullah bersabda: “Yang halal itu jelas dan haram itu jelas. Di antara keduanya ada perkara syubhat, barang siapa memelihara diri dari para syubhat, maka ia telah menjaga kehormatan dirinya. Namun, barang siapa terjerumus kepada perkara syubhat, maka ia terjerumus pada perbuatan haram…” (HR. Bukhari).