STIKes Yarsi Pontianak Serahkan Donasi Untuk Korban Gempa Palu dan Donggala

Bantuan hasil penggalangan dana spontan yang dilakukan oleh mahasiswa dari sejumlah organisasi kemahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak diserahkan kepada Rumah Zakat Indonesia, pada Senin (8/10/2018) Siang.

Donasi dalam bentuk dana tunai senilai jutaan rupiah hasil penggalangan dana spontan yang dilakukan oleh mahasiswa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan STIKes Yarsi Pontianak, terdiri dari BEM, DPM, Limsy dan LDK Asy-Syifa diserahkan kepada Rumah Zakat Indonesia sebagai perpanjangan tangan untuk membantu korban gempa dan tsunami Palu – Donggala.

Penyerahan donasi diwakilkan secara resmi oleh Ketua Lingkar Ilmiah Mahasiswa STIKes Yarsi (Limsy), Eko Guntoro dan diterima oleh pihak Rumah Zakat Indonesia, diwakili oleh Finance Program Keuangan, Hanisah.

Pasca penyerahan donasi, Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Limsy Pontianak mengatakan, semoga dengan bantuan yang tidak seberapa ini tetap bisa bermanfaat bagi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, khususnya diwilayah Palu, Donggala dan Sigi.

Kami akan terus berkoordinasi dengan Rumah Zakat Indonesia terkait donasi dan bantuan selanjutnya, “minimal kami akan sumbangkan tenaga dan fikiran guna membantu saudara-saudara kita yang mengalami tragedi kemanusian di Sulawesi tengah,” tutup eko.

Sebagaimana diketahui bahwa, jumlah korban jiwa akibat gempa dan tsunami di Sulawesi tengah, hingga Minggu (7/10/2018) mencapai 1.763 orang. Data tersebut berdasarkan laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari jumlah tersebut sebanyak 1.519 jenazah ditemukan di Palu, 159 jenazah ditemukan di Donggala, 69 korban tewas ditemukan di Sigi, 15 jenazah ditemukan di Parigi dan 1 jenazah ditemukan di Pasangkayu.

Angka tersebut belum termasuk korban Likuifaksi di tiga wilayah yakni Baloroa, Petobo dan Jono Oge. Dimana terdapat 3.461 bangunan rusak parah serta ratusan korban jiwa. Hingga saat ini Tim SAR bersama TNI-POLRI dan Sukarelawan masih terus melakukan penyisiran guna mencari para korban. (Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *