Kuliah OK, Organisasi YES!!

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak telah mengukuhkan bahwa terdapat tiga organisasi mahasiswa yang akan menjadi motorik serta ujung tombak seluruh kegiatan mahasiswa dilingkungan internal maupun eksternal kampus, sebut saja diantaranya adalah BEM, LDK Asy-Syifa dan Lingkar Ilmiah Mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak (LIMSY).

Ibarat air dan minyak, kewajiban belajar dan berorganisasi tidak pernah bisa disatukan, namun keduanya bisa diharmoniskan. Variasi individu dalam menilai baik dan buruknya berorganisasi merupakan suatu hal yang wajar.

Semuanya berangkat dari sebuah pengalaman yang pernah dialami. Namun, naif sekali rasanya jika kita mengatakan organisasi mahasiswa itu adalah aral untuk meraih prestasi.

Belajar merupakan hal utama untuk mencapai kesuksesan. Namun, disadari atau tidak, organisasi juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk bersosialisasi, melatih jiwa kepemimpinan, kedisplinan serta menumbuhkan rasa tanggungjawab, yang berujung pada cakupan hasil yang lebih besar dalam kalimat”Prestasi”.

Sisi positif dari berorganisasi inilah yang sejatinya mampu menopang mahasiswa untuk meraih prestasi, karena disatu lipatan, organisasi adalah barometer sukses tidaknya proses pembelajaran. Aktualisasi akhir dari lingkup pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil puas dengan nilai yang bagus, namun juga akumulasi hasil hebat terjun dimasyarakat.

Dilema mahasiswa dalam menghadapi tantangan terhadap persoalan ini bisa teratasi jika mereka berkomitmen untuk bisa balance sebagai aktivis dan akademis. Kalimat tersebut bukan berarti menuntut setiap aktivis kampus untuk mempunyai indeks prestasi yang luar biasa dengan peredikat ‘cumlaude’, tetapi minimal memiliki indeks prestasi yang bisa dikatakan baik.

Karena aktivis kampus tidak bisa disamakan dengan mahasiswa lainnya yang hanya memiliki dua orientasi yaitu kampus dan rumah. Contoh kasat mata adalah ketika yang lain istirahat dirumah usai aktivitas belajar, para aktivis kampus masih disibukkan dengan berbagai agenda.

Terkait hal tersebut, Manajemen STIKes Yarsi Pontianak sebagai support system organisasi mahasiswa, berharap agar para aktivis bisa menjalankan amanah untuk Tholabul ‘Ilmi dengan sebaik-baiknya namun juga tetap berorganisasi.

Salah satu cara agar tercipta keselarasan antara kegiatan dan prestasi adalah dengan menjadikan diri kita sebagai “Aktivis Akademis” artinya “Belajar diutamakan, organisasi di nomor satukan”. (Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *