Jepang, Australia dan Belanda Siap Tampung Lulusan STIKes Yarsi Pontianak

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Nota kesepakatan terkait kerjasama pendidikan bahasa asing antara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak dengan Twenty Second Kampung Inggris Pare, Provinsi Jawa Timur resmi dikukuhkan pada Rabu (13/11/2019) pagi.

Kegiatan yang digelar dikawasan Tulungrejo tersebut dihadiri langsung oleh Ketua STIKes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin, M. Kes, Wakil Ketua III, Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Informasi, Ns. Masmuri, M. Kep, Direktur Utama 22nd Kampung Inggris Edi Kusnandar serta Manager Pendidikan Bahasa Asing Provinsi Jawa Timur, Deris, S. Pd.

Usai penandatanganan, Ketua STIKes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin, M. Kes Mengatakan, poin penting interaksi seremonial yang dilakukan sejak pukul 10.00 Wib menyasar pada kesepahaman dan kesepakatan terkait sejumlah kategori umum, spesifik hingga parsial, termasuk didalamnya legalitas, survey ruang belajar, sistem edukasi, keamanan, kondisi asrama serta akses jalan.

“Alasan prosedur standar pemeriksaan ini kami lakukan, karena sesuai rencana bahwa mulai tahun 2020 mendatang mahasiswa kami akan masuk camp english area yang di akomodir oleh 22nd waktu tempuh pendidikan khusus ini, akan disesuaikan dengan jadwal kuliah perangkatan,” tegas Fajar.

Fajar menambahkan, era global digitalisasi menuntut kita berpacu dengan berbagai elemen standar pendidikan busur internasional, fenomena ini menjadikan STIKes Yarsi Pontianak juga ikut bertanggungjawab karena kami adalah institusi pendidikan kesehatan yang mencetak perawat profesional.

Dengan kerjasama ini tentu saja nantinya mahasiswa-mahasiswi kami akan memiliki kemampuan tambahan berbahasa asing sesuai permintaan dari negara yang membutuhkan, “untuk sementara sudah tiga negara yang siap menampung dan mempekerjakan mahasiswa lulusan kami sebagai tenaga medis internasional, yaitu Jepang, Australia dan Belanda,” tutup Fajar.

Sementara itu Direktur Utama 22nd Edi Kusnandar membenarkan terkait ketersediaan daya tampung tiga negara seperti yang telah disebutkan bahwa Jepang, Australia dan Belanda siap menerima lulusan STIKes Yarsi Pontianak menjadi tenaga medis di sejumlah Rumah Sakit.

Ia menegaskan informasi ini valid karena dirinya sendiri yang melakukan visual kontak dengan koneksinya yang berada di Tokyo, Canberra dan Amsterdam, namun sebagai syarat mutlak sebelum sidang kelulusan akhir, mahasiswa-mahasiswi STIKes Yarsi Pontianak wajib menguasai bahasa inggris  dengan sempurna.

Sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama, pihaknya akan melakukan bimbingan secara maksimal menggunakan sejumlah metode belajar yang baik dan benar dengan target capaian minimal satu bulan untuk pronunciation.

Selanjutnya terhitung 1 Desember 2019 mendatang segala bentuk informasi dan kebutuhan dari tiga negara yang dimaksud akan di dropped melalui Unit Komunikasi dan Informasi STIKes Yarsi Pontianak yang telah mendapatkan Full Trust License by 22ND Provinsi Jawa Timur. (Kominfo & Humas)