STIKes Yarsi Pontianak Juara Dua Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2019

Tim debat mahasiswa, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak berhasil meraih juara dua dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2019. Kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Barat ini berlangsung selama dua hari (24 – 25 Juni 2019) dikawasan Gedung B, lantai dua STIKes Yarsi Pontianak.

Setelah berhasil lolos dalam babak penyisihan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia tahun 2019 dihari pertama (Senin, 24 Juni 2019), dengan menyisihkan sejumlah peserta yang berasal dari delapan Perguruan Tinggi Swasta di Kalimantan Barat, tim debat mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak terdiri dari Eko Guntoro, Indah Hasanah Awalia, Antonio Rikardo dan Dwi Anggraini, melaju ke babak final pada Selasa, 25 Juni 2019.

Melalui perdebatan panjang dua sesi babak final antara tim debat mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak dan STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, dihadapan tiga juri penilai, akhirnya juara satu Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia tahun 2019 diraih STKIP Persada Khatulistiwa dengan bobot nilai 1556, STIKes Yarsi Pontianak mendapatkan posisi kedua dengan bobot nilai terpaut dua poin, yaitu 1554.

Pembicara satu, tim debat mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak, Eko Guntoro mengatakan, mewakili tim dan manajemen kampus serta pembimbing, dirinya mengucapkan rasa syukur, atas keberhasilan yang diraih.

“Alhamdulillah, senang rasanya bisa mendapat juara 2 di KDMI 2019 ini, minimal kami mendapatkan pengalaman baru yang sangat luar biasa, di sisi lain, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memberi kepercayaan kepada STIKes Yarsi Pontianak sebagai tuan rumah, tentu saja kedepan kami akan berusaha lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) ini menggunakan sistem Asian Parliamentary System (APS), dimana APS ini merupakan adopser dari sistem lomba debat antar perguruan tinggi Asia – Pasifik.

“Jadi dalam kompetisi ada dua tim yang berdebat, satu tim terposisi sebagai pemerintah dan tim lainnya sebagai oposisi,” tutur Eko.

Terkait prestasi yang berhasil diraih tim debat STIKes Yarsi Pontianak, Wakil Ketua III STIKes Yarsi Pontianak, selaku ketua panitia, Masmuri mengungkapkan, bahwa hasil yang diraih para mahasiswanya tersebut merupakan buah dari kerja keras, latihan, dan persiapan yang panjang serta mengarungi sejumlah tahapan seleksi.

“Walaupun terkendala waktu, karena mereka (mahasiswa) ada yang sedang dalam proses tugas praktek dan lain sebagainya, tapi terbukti mereka berusaha tetap memberikan yang terbaik untuk kampus,” tutup Masmuri. (Kominfo)