Study Tour SMK Islam Insan Cendekia

Puluhan pelajar SMK Islam Insan Cendekia, Jurusan Keperawatan, beserta tiga orang guru pendamping dan Kepala Sekolah, melakukan Study Tour ke Stikes Yarsi Pontianak, pada Kamis (20/9/2018) sore. Selain pengenalan kepada siswa, pihak sekolah juga akan mejalin kerjasama dalam bentuk penandatanganan MOU Pendidikan. 

Sedikitnya empatpuluh siswa-siswi Kelas XII yang berasal dari SMK Islam Insan Cendekia, Jurusan Keperawatan Kabupaten Mempawah – Kalimantan Barat, melakukan Study Tour Ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak, didampingi oleh guru dan Kepala Sekolah.

Anjangkarya tersebut disambut langsung oleh Ketua Stikes Yarsi Pontianak, Fajar Yousriatin, M. Kes beserta para Wakil Ketua dan seluruh pegawai.

Dalam prosentasenya diruang pertemuan, Wakil Ketua I, Ns. Lintang Sari, M. Kep memaparkan bahwa, Stikes Yarsi Pontianak merupakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang sangat ideal karena memiliki tenaga pengajar yang profesional, ruang belajar yang representatif dan sebagai sarana pendukung proses pembelajaran Stikes Yarsi memiliki jaringan internet full akses dengan kecepatan maksimal.

Selain itu, lanjut Lintang Sari, Stikes Yarsi Pontianak juga memiliki sejumlah fasilitas unggulan diantaranya, Laboratorium Keperawatan, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Mushola, Bus Kampus, Asrama Mahasiswa dan lain sebagainya. Dimana semua fasilitas tersebut dipersembahkan secara utuh untuk kepentingan para peserta didik.

Usai menerima materi, peserta Study Tour dibawa berkeliling oleh Wakil Ketua III, Ns. Masmuri, M. Kep keseluruh ruangan kelas, ruang tunggu mahasiswa hingga loby Pusat Informasi dan Pelayanan Terpadu.

Fajar Yousriatin, M. Kes selaku Ketua Stikes Yarsi Pontianak Mengatakan, Study Tour yang dilakukan oleh SMK Islam Insan Cendekia ke institusi yang dipimpinnya merupakan kegiatan positif dan patut didukung, karena selain bisa menambah pengetahuan untuk para siswa, kegiatan yang digelar juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 pasal 19, terkait “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk berkreativitas sesuai dengan bakat, minat serta perkembangan yang ada,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Islam Insan Cendekia, Muslimin menjelaskan, kedatangannya ke Stikes Yarsi Pontianak memiliki beberapa poin penting diantaranya ingin mengenalkan kepada para siswa terkait keunggulan serta fasilitas yang dimiliki oleh Stikes Yarsi Pontianak.

Dan yang tak kalah penting ungkap Muslimin, dirinya berharap “Bisa menjalin kerjasama dengan Stikes Yarsi secara formal dalam bentuk penandatangan MOU Pendidikan, karena pihaknya sangat butuh ruang dan tempat untuk menyalurkan para peserta didiknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pasca mereka (siswa) lulus pada 2019 mendatang,” tutupnya. (Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *