STIKes Yarsi Pontianak Wakili Kalbar Pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2019 di Banjarmasin

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia tingkat wilayah XI di Banjarmasin. Kegiatan berlangsung selama dua hari (3 – 4 Juli 2019), di ikuti 15 Perguruan Tinggi se-Kalimantan.

Hari pertama, Rabu (3/7/2019) Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2019 tingkat wilayah digelar di Aula LLDIKTI XI, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebanyak 15 Perguruan Tinggi, terdiri dari 8 Perguruan Tinggi Swasta dan 7 Perguruan Tinggi Negeri akan melakukan debat secara profesional dihadapan sejumlah tim penilai.

Termasuk didalamnya 4 mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak, (Eko Guntoro, Indah Hasanah Awalia, Antonio Rikardo dan Dwi Anggraini) akan berjuang maksimal membawa nama kampus dan Provinsi Kalimantan Barat dalam ajang bergengsi tahunan ini.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa STIKes Yarsi Pontianak meraih peringkat dua dalam KDMI 2019 tingkat provinsi Kalimantan Barat yang digelar beberapa waktu lalu, empat mahasiswa STIKes Yarsi berhasil menyisihkan 24 mahasiswa yang berasal dari enam Perguruan Tinggi dari sejumlah kabupaten di Kalbar.

Kepala Program Studi DIII Keperawatan STIKes Yarsi Pontianak, Ali Akbar selaku pembimbing saat dihubungi melalui pesan singkat mengatakan, pagi ini adalah hari pertama kompetisi debat, tentu saja dirinya berharap hasil terbaik bagi empat peserta didiknya.

“Harapan saya, anak-anak (mahasiswa) bisa memberikan yang terbaik pada babak penyisihan ini, segala daya, upaya dan persiapan sudah dilakukan, mengenai hasil dan keputusan tentu saja sepenuhnya kami percayakan kepada para juri selaku tim penilai,” pungkasnya.

Alumni Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ini menambahkan, “Bantu kami dengan doa terbaik agar hasilnya juga baik, minimal mahasiswa kami bisa membawa nama baik almamaternya, karena pemenang dari kompetisi tingkat wilayah ini akan dikirim lagi untuk mengikuti kompetisi debat tingkat nasional yang akan dilaksanakan beberapa waktu kedapan,” tutup Ali. (Kominfo)