Ini Pesan Gubernur Kalbar Kepada 238 Wisudawan STIKes & Akfar Yarsi Pontianak

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) dan Akademi Farmasi (Akfar) Yarsi Pontianak menggelar wisuda program Diploma dan Ners tahun akademik 2018/2019.

Kegiatan digelar di kawasan The Q Hall Convention Center, Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa (24/9/2019) pagi.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati STIKES dan Akfar Yarsi Pontianak semoga apa yang diraih hari ini menjadi ajang pembuka jalan untuk mencapai mimpi.

“Kesehatan menjadi prioritas dalam kehidupan, untuk itu Sebagai SDM khusus bidang kesehatan mahasiswa harus mampu melakukan tugasnya dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia yakin apa yang telah didapat pada saat berada dibangku kuliah akan mampu diterapkan sebagai tenaga kesehatan ketika kembali ke masyarakat.

Saat ini yang masih menjadi permasalah Indonesia adalah angka kematian ibu dan bayi, serta stunting, ini masalah yang harus ditangani dengan cepat khususnya di wilayah Kalbar.

“Walaupun ada perubahan pada 2018 namun ini harus terus di minimalisir .

Apa lagi angka kematian penyakit tidak menular seperti jantung karena pola hidup yang salah,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga berharap para mahasiswa yang diwisuda hari ini dapat belajar serta terus mengupgrade ilmu sehingga tagline profesionalisme tenaga kesehatan bisa telaksana di masyarakat.

“Selain dapat menjadi lulusan yang berbeda dari lulusan lain khususnya di bidang kesehatan diharapkan mahasiswa Stikes dan Akfar Yarsi Pontianak mampu bersaing secara maksimal terkait SDM baik didalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar Yarsi Pontianak selaku distributor tenaga kesehatan di Kalimantan Barat bisa terus melakukan inovasi, maju dan berkembang sehingga lulusannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat khususnya dibidang kesehatan dan farmasi.

“Teruslah melakukan inovasi tiada henti, terobosan ilmiah serta pengembangan ilmu teknologi,” tegasnya.

Tujuan yang di capai adalah modal dasar bagi mahasiswa guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung bidang kesehatan di tengah masyarakat.

“Terus meningkatkan komtimen dalam lembaga sehingga lebih profesional dengan didasari ilmu keterampilan yang memadai dan membantu masyarakat dalam masalah kesehatan ,” tutupnya. (Tribun Pontianak/ Kominfo)