STIKes Yarsi Pontianak Galang Dana Untuk Korban Gempa & Tsunami Palu – Donggala

Mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak melakukan penggalangan dana bantuan untuk korban gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah khususnya Palu dan Donggala, Kegiatan digelar dikawasan simpang empat Jalan Tanjung Raya Dua, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, pada Senin (1/10/2018) sore.

Gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Lembaga Nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT), empat hari pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah terdata 1.203 orang tewas, 540 orang luka berat, ratusan orang dinyatakan hilang dan terdapat 17.000 jiwa pengungsi yang tersebar di 123 titik. Diprediksi angka tersebut masih akan terus bertambah.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa STIKes Yarsi Pontianak tergerak dalam situasi akumulasi keprihatinan yang sangat tinggi, berbuat semampunya untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami tragedi kemanusiaan di Sulawesi tengah, dengan menggalang dana secara spontanitas.

Koordinator lapangan, mahasiswa Program Study Ners STIKes Yarsi Pontianak, Eko Guntoro mengatakan, kegiatan ini dalam rangka kepedulian terhadap sesama. “Kami Prihatin, kami sedih, kami ikut merasakan apa yang dialami oleh saudara-saudara kami di Palu dan Donggala”.

Setelah seluruh dana terkumpul akan segera kami serahkan ke Rumah Zakat Indonesia sebagai pihak penyalur, “Mungkin bantuan yang kami usahakan belum mencapai hasil maksimal, tapi kami yakin akan tetap memiliki manfaat bagi para korban di lokasi kejadian.” ungkap Eko.

Sebagaimana diketahui bahwa hari keempat pasca gempa dan tsunami yang memporak-porandakan Palu dan Donggala, para korban maupun warga yang terdampak sangat membutuhkan pasokan berupa bahan makanan pokok, pakaian, selimut, tenda, terpal, bahan bakar minyak, alat penerangan, kasur dan perlengkapan bayi.

Sementara itu, untuk menuju ke lokasi, para relawan masih mengalami kesulitan karena banyaknya akses jalan yang terputus, hal tersebut otomatis berdampak pada terkendalanya support bantuan yang dikirim melalui jalan darat. (Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *