Tingkatkan Kompetensi Dosen, STIKes YARSI Pontianak Gelar Pelatihan Applied Approach Tahun 2019

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak menggelar pelatihan Applied Approach tahun 2019, dikawasan kampus STIKes Yarsi, Jalan Panglima Aim, Nomor 1, Kecamatan Pontianak Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut (23 – 25 Juli 2019) diikuti oleh 5 Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Kalimantan Barat.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dosen dibidangnya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan, pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Tanjungpura menyelenggarakan pelatihan Applied Approach atau lanjutan dari pelatihan Peningkatan Keterampilan dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang telah dilaksanakan beberapa waktu.

Wakil Ketua 1, bidang Akademik dan Kurikulum STIKes Yarsi Pontianak, Lintang Sari dalam sambutannya mengatakan, pelatihan peningkatan kompetensi dosen sangat dibutuhkan mengingat peserta didik (mahasiswa) zaman sekarang telah mengalami perubahan demokrasi ilmu pengetahuan, mereka memiliki akses tanpa batas hasil dari mahakarya teknologi yang terus berkembang.

“Di era teknologi industri saat ini, mahasiswa bisa mengakses ilmu pengetahuan tanpa batas artinya tidak ada sekat ruang dan waktu dalam mencari, menemukan dan mengaplikasikannya. Poin penting dari hal tersebut adalah, kita selaku tenaga pendidik juga harus terus meningkatkan kompetensi yang ada, sehingga endingnya bisa menghasilkan lulusan yang lebih berkarakter, kreatif, inovatif dan visioner,” tutup Lintang.

Sementara itu, Ketua LP3M Universitas Tanjungpura Pontianak, Aunurrahman mengungkapkan, para dosen perlu melakukan pengembangan kompetensi ‘pedagogi’ melalui pelatihan yang relevan. Hal tersebut terkait tantangan yang dihadapi di era revolusi industri 4.0.

“Para dosen perlu melakukan pengembangan kompetensi agar dapat bersaing dan meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya di Kalimantan Barat, karena tantangan bagi para dosen muda kedepannya di era teknologi seperti saat ini akan sangat berat,” ujarnya pada saat membuka kegiatan.

Sebagaimana diketahui bahwa, pelatihan Applied Approach tahun 2019 ini berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh lima Perguruan Tinggi diantaranya, IKIP PGRI Pontianak, AKPER Dharma Insan Pontianak, Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang, Akfar dan STIKes Yarsi Pontianak.

Dengan diadakannya pelatihan ini perserta ditargetkan mampu mengembangkan profesionalisme dosen dari tahap perencanaan, pembelajaran hingga evaluasi perkuliahan. (Kominfo)