Merger Akfar – Stikes Yarsi Pontianak, 2 Negara Arab Siap Gelontorkan Triliunan Rupiah

Badan Pembina Harian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yayasan Rumah Sakit Islam Pontianak menggelar Rapat Terstruktur bersama Akademi Farmasi dan Stikes Yarsi Pontianak, pada Sabtu (15/9/2018) pagi.

Agenda rapat terkait dua negara arab yang siap menjadi investor untuk pembangunan “Universitas Yarsi Pontianak, dengan nominal bantuan hingga Triliunan Rupiah.

Rencana penggabungan dua institusi pendidikan menjadi sebuah universitas yang berada dibawah manajemen Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak, yaitu Akfar dan Stikes akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, hal tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam rapat terstruktur yang digelar oleh Badan Pembina Harian (BPH), Dr. Fachrurazi, M.M bersama H. Daud Mountain.

Mengingat pentingnya agenda serta materi rapat, karena menyangkut realisasi pembangunan “Universitas Yarsi Pontianak” melalui surat edaran resmi dari BPH, seluruh pejabat utama dan pegawai dua institusi terkait diwajibkan hadir.

Badan Pembina Harian Stikes Yarsi Pontianak, Dr. Fachrurazi, M.M., mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, dirinya bersama H. Daud Mountain terlebih dahulu meminta komitmen dari para pejabat utama dan pegawai yang ada saat ini baik dilingkungan Akfar maupun Stikes, agar siap menghadapi perubahan besar yang akan terjadi.

“Siapkan mental, asah terus kreatifitas yang ada, tetaplah berinovasi serta tingkatkan disiplin dalam bekerja dan yang tak kalah penting tetaplah satu dalam kebersamaan” tegasnya.

Terkait Dua negara arab yang bersedia menjadi investor dalam pembangunan Universitas Yarsi Pontianak, Fachrurazi memberikan sedikit bocoran bahwa dua negara tersebut adalah “Arab Saudi dan Uni Emirat Arab”, dengan nominal bantuan hingga Triliunan Rupiah. Jumlah bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Saat ini yang terpenting adalah kita siapkan dahulu SDM”, pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa, Salah satu target nasional yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti hingga akhir tahun 2019 adalah mengurangi 1,000 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satu cara mencapai hal itu adalah meminta PTS untuk melakukan penggabungan dan penyatuan (merger) perguruan tinggi.

Demikian penjelasan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwginjo di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Patdono, tujuan merger ini selain mengurangi PTS yang ada saat ini, juga untuk meningkatkan mutu dan kesehatan PTS.

Patdono menambahkan, bagi PTS yang melakukan pengabungan dan penyatuan perguruan tinggi akan diberikan insentif. Insentifnya berupa proses penggabungnya dipermudah. Ia mencontohkan, apabila sebuah yayasan/badan penyelenggara mempunyai 2 PTS dengan prodi yang sama, misalkan prodi manajemen pada PTS pertama terakreditasi B dan PTS kedua terakreditasi C, lalu yang akan dilakukan kementerian adalah memberikan akreditasi B jika bergabung.

Insentif lainnya, kalau pada saat ini Kemenristekdikti tidak membuka prodi yang non-STEM (science, technology, engineering and mathematics) , tetapi apabila nanti PTS mau melakukan penggabungan/ penyatuan namun masih kekurangan prodi yang dibutuhkan dan ingin membuka prodi non-STEM itu dibolehkan, karena ini bagian dari insentif, ” ujar Dirjen. (Kominfo)

Satu tanggapan untuk “Merger Akfar – Stikes Yarsi Pontianak, 2 Negara Arab Siap Gelontorkan Triliunan Rupiah

  • 15/09/2018 pada 16:08
    Permalink

    Alhamdulillah.. Ditunggu segara.. Universitas Yarsi Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *