Pontianak, 12 Oktober 2026 – YARSI Pontianak bersama Akfar YARSI Pontianak dan STIKes YARSI Pontianak menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dan Pemaparan Peluang Kerja Sama Indonesia – Korea Selatan di Aula STIKes YARSI Pontianak. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.I.P., M.Si. dan Prof. Dr. Kim Soo-Il sebagai narasumber. Keduanya memberikan materi mengenai peluang pengembangan karier dan akademik di Korea Selatan.
Selanjutnya, kerja sama ini berfokus pada penyiapan kompetensi bahasa dan budaya, fasilitasi peluang kerja dan penyerapan lulusan, serta pengembangan sumber daya manusia. Program ini mencakup pelatihan bahasa Korea dan pengenalan budaya serta etika kerja. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung pengembangan komunikasi dan penyediaan informasi mengenai peluang kerja bagi lulusan yang memenuhi persyaratan. Melalui program tersebut, peserta dapat mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang karier di Korea Selatan sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi.

Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Drs. Suhadi, S.W., M.Si., mengawali acara dengan menyampaikan sambutan dan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan karier di Korea Selatan. Selain itu, beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan peluang kerja sama internasional guna memperluas kesempatan berkarier. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, S.I.P., M.Si menyampaikan materi dengan judul “Agile Governance, Organizational Agility & Accountability Leadership”. Materi ini membahas pentingnya tata kelola yang adaptif, kolaboratif dan kepemimpinan yang berintegritas. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun hubungan profesional dan memperluas kesempatan untuk berkembang di lingkungan internasional.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bagian dari upaya membangun dan memperkuat kerja sama antara pihak-pihak terkait. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam membuka ruang pengembangan kapasitas dosen melalui penjajakan peluang studi lanjut, beasiswa, pertukaran dosen, kunjungan akademik, seminar, pelatihan, penelitian, dan publikasi ilmiah bersama perguruan tinggi atau lembaga yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Kim Soo-Il mengenai hubungan Indonesia dan Korea Selatan selama 50 tahun. Materi tersebut memberikan perspektif mengenai perjalanan hubungan kedua negara serta potensi kerja sama yang menjadi peluang pada masa mendatang. Pemaparan ini juga memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya hubungan bilateral dalam mendukung pengembangan pendidikan dan peluang kolaborasi lintas negara.

Melalui kegiatan Kuliah Pakar ini, YARSI Pontianak membekali mahasiswa dengan wawasan terkait peluang kerja di luar negeri. Selain itu, penguasaan literasi, peningkatan keterampilan, dan pembentukan sikap profesional menjadi aspek penting dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan internasional. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan kolaborasi sebagai bekal untuk menempuh pendidikan maupun membangun karier di luar negeri.



